Indonesia Juara Pertama Kompetisi Tari Tradisi tingkat Dunia The 3rd International Children Folk Dance Competition (Golden Sun Competition), meruapakan kompetisi tari kelas dunia, yang diselenggarakan di Lykia World Oludeniz, salah satu resort ternama dan termahal di Negara Turki, baru saja berakhir. Semarak riuh rendah dari ratusan anak anak dari seluruh penjuru dunia ditutup dengan diumumkannya Indonesia sebagai juara pertama salah satu kompetisi tari tradisional tingkat dunia ini. Setelah beberapa hari berada di kota Fethiye, Mugla, Turki, malam itu, tangis anak anak pecah saat satu persatu secara berurutan nama nama setiap Negara diumumkan berdasarkan nilai terendah hingga nilai tertinggi.  Enam belas peserta dari seluruh belahan dunia menunjukkan kehebatannya dalam olah gerak dalam balutan tradisi Negara mereka masing masing. Keenam belas peserta tersebut adalah Albania, Azerbaijan, Bulgaria, Georgia, Yunani, Kazakhstan, Lithuania, Moldova, Montenegro, Cyprus Utara, Rumania, Rusia, Serbia dan Ukraina. Malam itu Indonesia mendapat poin tertinggi dan mengalahkan peseta dari Negara lainnya. Penilaian diberikan atas kualitas tari, kekompakan gerak, keindahan musik, ekspresi panggung, dinamika tari dan kostum. Sembilan belas juri tampil mewakili masing masing Negara dan memberikan penilaian atas masing masing tim. Tampil sebagai juara kedua adalah Georgia dan disusul Azerbaijan yang menempati urutan ketiga.  Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh SMP Islam Al Ikhlas Jakarta, malam itu dengan apik menampilkan tari Kipah, yang berasal dari Aceh. Keselarasan gerak diringi nyanyian khas dari provinsi paling utara Sumatra tersebut, tak ayal membuat penonton berkali kali bertepuk tangan. Semangat tinggi anak anak Indonesia serasa meledakkan arena pentas. Malam itu Indonesia mendapat urutan keenam setelah Yunani. Lengkingan suara para penari, para pemusik, dan suara kipah yang dihasilkan menghasilkan perpaduan unik yang berhasil memikat mata juri. Tahun ini merupakan kali pertama Indonesia mengikuti kompetisi ini dan pada akhirnya dapat memenangkan kompetisi ini. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat selama kedua kali penyelenggaraan, kompetisi ini selalu dimenangkan oleh Negara Rusia sebagai tim favorit. SMP Islam Al Ikhlas beranggotakan dua puluh empat anak yang dibina oleh Sanggar Gema Citra Nusantara pimpinan Mira Arismunandar, dalam hal ini SMP Islam Al Ikhlas didampingi oleh Fauziah dan Binta Fitri sebagai pelatih, Jufrizal sebagai penata tari dan syekh, Ibu Yuli Rachmawaty sebagai guru pendamping, Gisella Alisya dan Andris Adhitra dari Avara Indonesia. SMP Islam Al Ikhlas yang ditunjuk oleh Avara Indonesia sebagai wakil Indonesia membuktikan kerja keras mereka yang tanpa henti berlatih untuk mencapai hasil terbaik.  Festival tari tradisi anak anak ini akan terus berlangsung hingga tanggal 29 April, selama ini anak anak dari Indonesia tinggal bersama keluarga local Turki, berbagi kearifan dan mempelajari budaya setempat. Festival ini diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya untuk tahun ini, walaupun beberapa Negara batal ikut serta karena penutupan bandara di beberapa wilayah Eropa Barat, festival ini tidak kehilangan gegap gempita untuk menampilkan anak anak dengan budaya mereka dari seluruh belahan dunia. Salam hangat, ANDRIS ADHITRA PRESIDENT OF IOV INDONESIA YOUTH SECTION LEADER OF AVARA INDONESIA |