ULANGAN HARIAN BERSAMA

ujian-nasional

ULANGAN HARIAN BERSAMA

Ulangan harian adalah bagian dari evaluasi yang merupakan  suatu proses yang mencakup pengukuran dan mungkin juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai.

Khusus terkait dengan pembelajaran, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa.
  2. Mengetahui tingkat keberhasilan PBM
  3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian
  4. Memberikan pertanggung jawaban (accountability)

 

Fungsi Evaluasi

Sejalan dengan tujuan evaluasi di atas, evaluasi yang dilakukan juga memiliki banyak fungsi, diantaranya adalah fungsi:

  1. Selektif
  2. Diagnostik
  3. Penempatan
  4. Pengukur keberhasilan

Selain keempat fungsi di atas Asmawi Zainul dan Noehi Nasution menyatakan masih ada fungsi-fungsi lain dari evaluasi pembelajaran, yaitu fungsi:

  1. Remedial
  2. Umpan balik
  3. Memotivasi dan membimbing anak
  4. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan
  5. Pengembangan ilmu

 

Manfaat Evaluasi

Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kegiatan evaluasi dalam pembelajaran, yaitu :

  1. Memahami sesuatu : siswa (entry behavior, motivasi, dll), sarana dan prasarana, dan kondisi
  2. Membuat keputusan : kelanjutan program, penanganan “masalah”, dll
  3. Meningkatkan kualitas PBM : komponen-komponen PBM

Sementara secara lebih khusus evaluasi akan memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran, seperti siswa, guru, dan kepala sekolah.

Bagi  Siswa

Mengetahui tingkat pencapaian tujuan pembelajaran : Memuaskan atau tidak memuaskan

Bagi Guru

  1. Mendeteksi siswa yang telah dan belum menguasai tujuan : melanjutkan, remedial atau pengayaan
  2. Ketepatan materi yang diberikan : jenis, lingkup, tingkat kesulitan, dll.
  3. Ketepatan metode yang digunakan

Bagi Sekolah

  1. Hasil belajar cermin kualitas sekolah
  2. Membuat program sekolah
  3. Pemenuhan standar

Macam-macam Evaluasi

Formatif (UHB)

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal.

Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan standar kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya. SK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan, dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. Artinya SK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa.

Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas.

Dra. Mindri Setianingsih

 

ULANGAN HARIAN BERSAMA

Evaluasi hasil belajar antara lain mengunakan tes untuk melakukan pengukuran hasil belajar. Tes dapat didefinisikan sebagai seperangkat pertanyaan dan/atau tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait, atribut pendidikan, psikologik atau hasil belajar yang setiapbutir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka pada status atribut atau karakteristik tertentuyang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas.Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen test maupun non-test. Penilaian dimaksudkan untuk memberi nilai tentang kualitas hasil belajar secara klasik.

Tujuan evaluasi hasil belajar adalah untuk membedakan kegagalan dan keberhasilan seorang pesertadidik.Namun dalam perkembangannya evaluasi dimaksudkan untuk memberikan umpan balik kepadapeserta didik maupun kepada pembelajar sebagai pertimbangan untuk melakukan perbaikan serta jaminan terhadap pengguna lulusan sebagai tanggung jawab institusi yang telah meluluskan.Tes, pengukuran dan penilaian berguna untuk: seleksi, penempatan, diagnosis dan remedial,umpan balik, memotivasi dan membimbing belajar, perbaikan kurikulum dan programpendidikan serta pengembangan ilmu.

1. Sasaran Evaluasi. Sasaran evaluasi hasil belajar siswa adalah penguasaan kompetensi. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai

(1)   Seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK. Mendiknas No. 045/U/2002);

(2)   Kemampuan yangdapat dilakukan oleh peserta didik yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan perilaku;

(3)   Integrasi domain kognitif, afektif dan psikomotorik yang direfleksikan dalam perilaku.

Mengacu pengertian kompetensi tersebut, maka hasil belajar siswa mencakup ranah kognitif,psikomotorik dan afektif yang harus dikuasai oleh setiap siswa setelah pembelajaran berlangsungsesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun oleh guru.

2. Tahapan evaluasi, tahapan pelaksanaan evaluasi hasil belajar adalah penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan, instrumen evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan interpretasi serta tindak lanjut.

3. Menentukan tujuan evaluasi hasil belajar yaitu untuk mengetahui capaian penguasaan kompetensi oleh setiapsiswa sesuai rencana pembelajaran yang disusun oleh guru mata pelajaran. Kompetensi yangharus dikuasai oleh siswa mencakup koginitif, psikomotorik dan afektif.

4. Menentukan rencana evaluasi rencana evaluasi hasil belajar berwujud kisi-kisi, yaitu matriks yang menggambarkan keterkaitan antara behavioral objectives (kemampuan yang menjadi sasaran pembelajaran yangharus dikuasai siswa) dan course content (materi sajian yang dipelajari siswa untuk mencapaikompetensi) serta teknik evaluasi yang akan digunakan dalam menilai keberhasilan penguasaan kompetensi oleh siswa.

5. Penyusunan Instrumen Evaluasi Instrumen evaluasi hasil belajar untuk memperoleh informasi deskriptif dan/atau informasi judgemantal dapat berwujud tes maupun non-test. Tes dapat berbentuk obyektif atau uraian. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut.

Mindi Ana, S.Pd

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.