5 Startup Baru yang Meningkat di Indonesia

5 Startup Baru yang Meningkat di Indonesia

Siapakah inovator dalam perkembangan teknologi di Indonesia? Diperkirakan pada tahun ini sekiranya terdapat lima startup yang baru saja meriliskan debutnya. Dalam seri bulanan yang dilansir dari techinasia.com terlihat beberapa tim startup yang tercantum di bawah ini telah mengumpulkan dana mulai dari awal munculnya startup mereka, memenangkan sebuah kompetisi, dan bahkan juga menarik perhatian kita.

  1. Ekrut

Berbasis di Jakarta, Ekrut adalah layanan headhunting yang didukung teknologi. Startup ini cocok dengan para pencari atau penadah lowongan pekerjaan dengan kandidat pelamar pekerja berkualitas tinggi yang sesuai melalui platformnya. Tim pendiri startup ini terdiri dari Steven Suliawan, Ardo Gozal, dan Anthony Kusuma. Industri yang mereka fokuskan untuk sekarang adalah teknologi – karena itulah pendirinya memiliki pengalaman dan koneksi yang tersebar di mana-mana. Sejak layanan ini mulai beroperasi pada bulan September 2016, Ekrut telah merekrut kandidat untuk sekitar 30 perusahaan, termasuk startups besar seperti Tokopedia dan Go-Jek. Ekrut pun juga mengumpulkan dana dari East Ventures bulan lalu.

  1. TeleCTG

TeleCTG adalah startup perawatan kesehatan dengan aplikasi yang sangat spesifik: cardiotocography (CTG). Saat bidan dan dokter menggunakan alat untuk memeriksa ibu hamil agar bisa melihat detak jantung janin dan kontraksi rahim, TeleCTG membuat proses ini menjadi lebih efisien dengan menyediakan aplikasi yang membantu perawat atau bidan menafsirkan dan menyimpan data dari pemeriksaan, atau dapat menkotribusinya dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Tele-diagnosis ini telah memperkirakan startup mereka dapat membuat proses perawatan kesehatan empat sampai sepuluh kali lebih cepat dan lebih murah. Startup ini diperuntukkan untuk tersebar di daerah pedesaan di Indonesia, di mana jumlah dokter sangat jarang dan tele-diagnosis dapat membantu mendeteksi masalah selama kehamilan sejak dini. TeleCTG adalah satu dari enam startups yang masuk dalam program akselerator GnB Fenox VC bulan lalu.

  1. Bukapintu

Bukapintu, seperti Ekrut, mentargetkan para pencari kerja. Tapi selain itu, bukapintu juga merupakan sebuah portal konten yang dapat membantu orang membuat keputusan dalam berkarir dan melayani pertanyaan terkait tentang karir. bukapintu juga memungkinkan menjadi sebagai fasilisator sebagian perusahaan yang ingin merekrut dengan tidak hanya membangun profil di platform atau memberi tahu kandidat apa yang harus dikerjakannya, tapi juga menyebarluaskan budaya yang dimiliki perusahaan tadi.

  1. PesanLab

Terakhir dari startups di batch kedua akselerator GnB yaitu PesanLab sudah ada di sekitar batch ini sejak tahun 2015. Kemudian dikenal sebagai LabConX. Konsepnya masih tetap sama: membantu pasien yang membutuhkan tes kesehatan, seperti tes darah. PesanLab mempermudah kita untuk lebih cepat dalam mengetahui info tentang kesehatan kita daripada harus pergi dan menunggu hasil yang lama di klinik. Ini adalah startup independen dengan tim dan model bisnisnya sendiri, namun memiliki kontribusi pula dengan startup HaloDoc yaitu aplikasi perawatan kesehatan lainnya yang didukung oleh Mensa Group, salah satu pemasok peralatan farmasi dan medis terbesar di Indonesia.

  1. Neetip

Sama seperti ekspedisi pengiriman yang telah terlebih dulu ada, ide dari startup ini adalah mengubah seorang ‘pelancong’ menjadi kurir dan membiarkan mereka mengangkut bungkusan kecil dari tempat 1 ke tempat 2 dengan imbalan sejumlah uang tunai. Misalkan kamu merencanakan perjalanan dari Bandung ke Jakarta – kamu bisa mengecek Neetip jika ada permintaan dari Jakarta untuk menitipkan barang yang bisa kamu dapatkan dengan mudah di Bandung. Neetip ini juga bekerja untuk perjalanan internasional ke beberapa negara. Pendiri Neetip Antonius Stefanus baru saja lulus dari Institut Pendiri di Jakarta dan telah menjadi salah satu dari enam peserta untuk memenangkan hadiah sebesar US $ 7.500 untuk terus membangun perusahaan yang telah didirikannya yaitu Neetip. (TN)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.