8 Startups EdTech di Indonesia dengan Track Record dan Pendanaan yang Besar!

edtech

Startups EdTech adalah sebuah gebrakan baru yang mengatasnamakan pendidikan dan teknologi. Startups EdTech pada zaman sekarang sudah berkembang pesat dengan beberapa pendiri yang memang peduli terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Dicanangkan untuk mengatasi masalah dalam sistem pendidikan di Asia Tenggara, terutama Negara Indonesia yang penyebarannya telah melebar luas dengan berjuta-juta putaran pendanaan dalam satuan dolar, beberapa Startups EdTech ini telah menawarkan layanan pendidikan online selama bertahun-tahun, salah satunya adalah Zenius dari Indonesia yang telah berjalan sepanjang tahun 2004 hingga sekarang.

Berikut ini adalah daftar perusahaan EdTech di Indonesia yang telah menaikkan dananya dalam tujuan untuk peningkatan kualitas Startup mereka.

  1. Bulletinboard

Bulletinboardbulletinboard adalah aplikasi mobile dan alat online untuk para guru serta orangtua yang dapat membuat mereka bekerja sama sehingga mereka tetap up-to-date dalam mengetahui kemajuan siswa. Bulletinboard diluncurkan pada tahun 2015 yang di mana dapat membantu guru dalam mengirim pekerjaan rumah dan laporan kepada seluruh siswa dengan juga dapat berkomunikasi bersama orangtua siswa terkait secara pribadi. Bulletinboard memang belum menaikkan dana namun telah membuat proses inkremental secara terus-menerus dengan adanya 120 kelas dalam aplikasi yang telah menggunakan sistim pembelajaran yang tinggi dalam tiap kelasnya.

  1. HarukaEdu

harukaeduHarukaEdu menawarkan program pendidikan online dengan fitur kelas online resmi  untuk program studi online yang bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi swasta. Startup pendiri HarukaEdu sendiri adalah lulusan dari Jakarta Founder’s Institute dan telah mendapatkan akreditasi seri A dari CyberAgent Ventures pada akhir 2014. Awal tahun ini, HarukaEdu adalah salah satu dari delapan Startups dari Indonesia untuk berpartisipasi dalam program launchpad Google.

  1. Kelase

kelaseKelase adalah lingkungan belajar online dengan banyak fitur, yaitu seperti jaringan sosial, kursus online resmi, dan perpustakaan online. Startup ini berdiri pada tahun 2014 dan mampu mengamankan investasi yang telah didapatnya.

 

  1. KelasKita

KelasKita kelaskita-logodidirikan pada 2013. Seperti banyak Startups lainnya, ia memiliki pasar untuk kursus online. Kisaran KelasKita untuk program menekankan keterampilan praktis, seperti HTML dasar atau belajar bagaimana menggunakan WordPress. Situs ini juga memiliki sebuah forum komunitas di mana pengguna dapat bertanya dan menjawab pertanyaan. Hal ini juga memungkinkan pengguna membuat dan mengambil kuis tentang berbagai subjek dan dari segi tingkat kompleksitas yang berbeda-beda.

  1. Ruangguru

Ruangguru ruangguru-logoadalah pasar untuk guru privat, Ruangguru membantu anak-anak usia sekolah dan remaja yang di mana terdapat bahan kelas untuk pembelajaran mereka dan mempersiapkan diri mereka untuk berbagai macam tes yang ada. Ruangguru membantu orang tua menemukan guru yang tepat untuk anak mereka dan juga memiliki “antarmuka” pembayaran sehingga tidak perlu dilakukan secara tunai. Ruangguru juga memiliki sebuah aplikasi untuk pemecahan masalah instan dan persiapan uji platform di mana siswa dapat mengambil ujian dengan sendirinya di situs Ruangguru. Beberapa bulan yang lalu Startups EdTech ini berhasil mendapatkan “tujuh digit” seri A putaran dari Venturra Capital. Sejauh ini, perkembangan yang ada sekarang mungkin menjadi investasi terbesar di dalam sektor EdTech di Negara Indonesia.

  1. Squline

squline-logoSquline adalah bahasa situs belajar online yang menghubungkan siswa dengan guru native-language. Squiline berfokus pada kelas bahasa Inggris dan Mandarin, dan menawarkan mereka dalam bentuk paket belajar dengan harga yang berbeda-beda. Startup ini telah mendapatkan sekurangnya “enam digit” investasi dari Prasetia Dwidharma, sebuah perusahaan infrastruktur komunikasi yang dimiliki investor malaikat Budi Setiadharma.

  1. Sukawu

Sukawu sukawu-logomerupakan aggregator untuk kelas offline, terutama di industri kreatif. Anda dapat mendaftar untuk Photoshop atau musik atau film kelas produksi, hingga sejumlah program pembelajaran bahasa juga tersedia di Sukawu. Manfaat tambahan dari menggunakan platform ini selain dapat melakukan pembelajaran secara mandiri adalah dapat melihat ulasan pelajar atau member sebelumnya, dan dapat meminta kelas jika kelas yang kalian inginkan tidak tersedia.

  1. Zenius

Zenius zeniusmenawarkan berbagai video tutorial dan modul persiapan ujian, untuk mata pelajaran mulai dari matematika hingga sosiologi. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2007, dan benar-benar memulai dari nol. Sebagai inisiatif offline, pada tahun 2004, website mengatakan video tutorial telah dilihat lebih dari 30 juta kali, dan 2,7 juta modul pembelajaran telah di-download oleh pengguna Indonesia. (TN)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.