Asia Tenggara Merupakan ‘Sarang’ Berikutnya untuk Pendidikan Mobile

Asia Tenggara Merupakan ‘Sarang’ Berikutnya untuk Pendidikan Mobile

Pada acara Pelatihan dan Teknologi Pendidikan Inggris (British Educational Training and Technology) atau lebih dikenal dengan BETT Show pada beberapa bulan lalu, Takuya Homma, direktur pemasaran di sekolah startup Quapper Edtech Internasional menyampaikan sebuah pidato tentang “mengapa Asia Tenggara memimpin dunia dalam pembelajaran mobile?”. Bagi yang belum tahu, BETT adalah konvensi tahunan di Inggris yang memamerkan penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan. Homma adalah salah satu dari sedikit pembicara yang berbicara tentang edtech di Asia Tenggara.

Pembelajaran mobile (m-learning) adalah penggunaan teknologi mobile untuk berbagi konten pendidikan, sehingga bisa diakses dari mana saja. Pidato Homma menyoroti tiga karakteristik yang menentukan kawasan yang dapat menyebabkan Asia Tenggara menjadi sarang berikutnya untuk m-learning. Inilah hal pertama yang dibesarkan Homma.

Pertumbuhan mobile pertama

Asia Tenggara adalah salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat dalam hal populasi dan PDB. Pembelajaran mobile tidak terkecuali, katanya. Penetrasi mobile diperkirakan akan tumbuh lima kali lipat antara 2013 dan 2019, dan konsumsi data mobile diperkirakan akan tumbuh lebih dari delapan kali lipat.

Juga, Asia Tenggara adalah wilayah ‘mobile pertama’ yang terkenal. Karena perangkat dan jaringan seluler lebih maju dan lebih cepat daripada komputer dan wifi sekarang, semuanya dibangun sesuai dengan pengguna seluler. Ini termasuk solusi pembayaran mobile, pertanian, produk kesehatan, dan bahkan pendidikan. Homma menyebutkan bahwa ada beberapa aplikasi pembelajaran mobile yang menarik yang tumbuh saat ini, seperti Kelase dari Indonesia. (TN) dilansir dari techinasia.com

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.