Duet yang Sempurna antara Teknologi dan Pendidikan

 

teknologi pendidikanSalah satu pencapaian paling menonjol dari abad ini adalah kesadaran bahwa pendidikan merupakan salah satu aset yang paling penting bagi seorang individu yang dapat ia miliki. Bangsa telah membangun strategi dan kebijakan berdasarkan akses pendidikan yang ada. Telah diterima pula bahwa setiap orang adalah pemangku kepentingan dalam aspek pendidikan, penyedia pendidikan, pencari pendidikan, pemerintah, individu, industri dan pasar semua itupun terlibat dengan pendidikan. Pemerintah di semua negara memiliki kebijakan pendidikan visioner yang memainkan peran kunci dalam memastikan akses, pemerataan, mutu, dan relevansi pendidikan untuk semua rakyatnya. Peran pemerintah telah berdampak pada peningkatan angka dalam kategori melek huruf.

Meskipun dalam sektor pendidikan pasti menghadapi beberapa tantangan seperti adanya permasalahan tingkatan drop-out yang tinggi bagi siswa, kemampuan siswa yang tergolong ‘standar’ untuk berbanding dengan rasio siswa di negara lain, biaya tinggi di sekolah swasta, rendahnya akses ke pendidikan tinggi, kesadaran yang lebih rendah untuk siswa mengambil kurusus di luar sekolah, dan diabaikannya fasilitas di sekolah-sekolah yang telah didukung oleh pemerintah. Meskipun terdapat tantangan yang masih menjadi catatan di atas tadi, sektor pendidikan tumbuh secara teratur dengan menyediakan berbagai fasilitas yang semakin modern. Salah satu alasan di balik munculnya fasilitas yang dikatakan modern tadi adalah munculnya berbagai macam teknologi di bidang pendidikan. Tren ini sudah lebihn dahulu dimulai di negara lain, salah satunya adalah India yang pada tahun 2008 Educomp kelas pintar diperkenalkan, dan tentunya masih banyak deretan negara lainnya.

Berbicara tentang banyaknya kaum pendidik yang melek terhadap penggunaan teknologi di sekolah mereka, contoh salah satu hal seperti murid yang sudah paham dan leluasa dalam menggunakan komputer dan ponsel tentu tidak akan menjadi suatu fenomena yang mengejutkan kita pada zaman ini. Siswa secara efektif dapat bekerja dengan menggunakan smartphone karena mereka telah tercemplung ke dalam suatu populasi yang besar. Akses ponsel sekarang-sekarang ini dapat menjadi akses metode sanitasi pembelajaran mereka yang layak. Penetrasi tinggi ponsel dan teknologi telah menghasilkan belajar yang lebih baik dan meningkatkan pelayanan kepada siswa dan para penyelenggara pendidikan.

Sejak itu, beberapa teknologi dan layanan telah dikembangkan untuk membuat ketersediaan dan belajar yang mudah bagi kaum penikmat pendidikan. Akses pendidikan yang berkualitas juga menjadi lebih layak, sehingga bermunculan para ‘pemain swasta’ yang meningkatkan manifold mereka dan telah menyediakan beberapa layanan seperti e-learning, bimbingan karir online, tutor online, materi studi, persiapan ujian, belajar sistem manajemen, dan lain sebagainya. Dengan ketersediaan semua ini, maka banyak pemain lain dalam edu-tech industri dan pemerintah yang menjajaki cara-cara baru untuk mencapai target pendidikan yang salah satunya adalah dengan kemitraan publik-swasta. Di banyak sekolah-sekolah umum, layanan yang disediakan oleh pemain swasta juga akan berdampak pada peningkatan pengalaman belajar siswa.

Teknologi telah meningkatkan kualitas pendidikan dan menaikkan tingkat kesadaran siswa. Perusahaan-perusahaan swasta melakukan tanggung jawab penuh pada pelaksanaan infrastruktur dalam teknologi pendidikan. Dengan ketersediaan layanan ujung ke ujung yang meliputi integrasi sistem, pelatihan guru dan siswa, dan pengembangan insfrastruktur bagi yang berkesinambungan dengan ruang lingkup pendidikan. Prasarana pendidikan telah dikembangkan secara drastis dalam abad ini. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah bertindak sebagai jembatan untuk menyediakan pendidikan berkualitas dibantu dengan teknologi yang dapat menghubungkan semua siswa untuk dijadikan suatu komputer pembelajaran. (TN)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.