Ingin Menjadi Seorang Entrepreneur? Simak Dulu Beberapa Alasan Kuat di Bawah Ini!

ingin menjadi seorang entrepreneur

Tingkat tinggi semangat kewirausahaan siswa di SMP Islam Al Ikhlas untuk ingin memulai bisnis mereka sendiri sangat terlihat ketika mereka mengikuti kegiatan entrepreneurship bulan Maret lalu. Karena antusiasme para siswa ketika mengikuti kegiatan tersebut, diadakanlah kegiatan puncak dalam Entrepreneur Day yang ditutup dengan lomba entrepreneur yang diikuti oleh seluruh siswa pada tanggal 25 Maret. Hampir sekitar 60 persen siswa ingin menjadi seorang pengusaha, dan mereka mengerti pula bahwa kiat pertama yang harus mereka miliki yaitu memiliki sebuah inovasi. Inovasi adalah dorongan utama untuk berwirausaha, sementara hambatan yang akan menghadang mereka selanjutnya adalah kurangnya informasi, kreativitas, keterampilan profesional, dan modal.

Untuk itu, mari simak beberapa alasan kuat mengapa kamu harus mulai menguatkan niat kamu untuk menjadi seorang pengusaha dari sejak dini. Here we go!

 

Indonesia: sebuah masyarakat kewirausahaan

Berbeda dengan masyarakat Asia Timur lainnya, Indonesia ditandai oleh rendahnya tingkat “penghindaran ketidakpastian” kewirausahaan adalah pilihan karir yang dihormati di masyarakat ini karena manfaatnya pun dirasakan – pengendalian pekerjaan sehari-hari, pilihan pekerjaan yang diinginkan, dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang tersedia dapat diatur oleh diri mereka sendiri.

 

Potensi startups teknologi di Indonesia

Dirasakan sebagai suatu gebrakan yang inovatif dan fleksibel dengan tempat kerja dan hierarki yang tergolong rendah, startups teknologi sangat populer di kalangan pelajar Indonesia. 91 persen dari mereka ingin bekerja untuk startups teknologi dengan media sosial dan hiburan sebagai sektor yang paling disukai. Dengan jumlah pengguna internet yang tinggi, populasi muda, dan kelas konsumen berpenghasilan menengah, peluang baru bagi pengusaha muda dalam bidang teknologi akan berkembang pesat di negara Indonesia.

 

Tantangan modal manusia

Prospek ekonomi bisa dibilang dalam tingkatan ‘optimis’ bagi startup teknologi di Indonesia, namun modal manusia dari negara ini masih memerlukan perbaikan yang signifikan. Hambatan utama bagi siswa untuk memulai bisnis mereka sendiri adalah “kurangnya kreativitas dan keterampilan profesional mereka.”

Jika bekerja dalam perusahaan, mereka menuntut sumber daya manusianya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan komputer, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis. Saat ini, lembaga pendidikan di Tanah Air melatih siswa dengan kualifikasi tersebut, namun hanya sebagian sekolah ataupun isntitusi yang ingin ‘menonjolkan siswanya’ dalam empat hal teknis di atas tadi. Tentunya hal ini menyulitkan banyak kaum muda untuk memasuki pasar tenaga kerja dan dapat membahayakan perkembangan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek dan panjang.

Empat kemampuan teknis tadi sangat dibutuhkan untuk semua startup teknologi. Jika angkatan kerja yang masuk tidak memiliki itu, ekosistem akan mengalami kekurangan tenaga kerja, dan akan membuat negara terhambat untuk mengembangkan perusahaan yang dipimpin oleh seorang pengusaha pemula. Meskipun sektor e-commerce berkembang pesat, tanpa modal manusia yang tepat, hal itu pun akan menjadi sedikit rumpang.

 

Solusi untuk masa depan

Sekolah dan universitas di Indonesia harus mengubah program tradisional mereka menjadi program yang mempersiapkan siswanya untuk bersaing dalam ekonomi berbasis global, berbasis pengetahuan, dan inovatif. Jika sistem pendidikan tidak berubah tentunya lulusan akan tertinggal, dan dapat membuat negara ini berisiko untuk didominasi oleh pengusaha asing. Lulusan siswa Indonesia harus berkontribusi terhadap ekosistem startup yang sedang berkembang perlahan namun pasti kehadirannya di negara ini untuk memenuhi persyaratan menjadi seorang pengusaha profesional yang diminta oleh negara.

 

Kerjasama internasional adalah cara yang baik untuk memperbaiki situasi

Kerjasama internasional adalah cara yang baik untuk memperbaiki situasi. Institusi pendidikan di negara ini harus bekerja sama dengan sebuah sistem yang memang sudah sukses terlebih dahulu. Sekolah dan universitas dari negara-negara yang mencetak peringkat pendidikan tinggi di luar Indonesia dapat memberi kontribusi untuk memberikan pelatihan kepada para pendidik dan siswa terdidik untuk memberikan pengalaman serta kiat-kiat apa yang diperlukan. Tapi ingat, bekerja samalah dengan pihak asing hanya untuk mengambil hal-hal yang bermanfaat dari mereka, lalu kita buat sedemikian rupa hingga menjadi kompetitor yang kuat. (TN)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.