Mengungkap Alasan Dibalik Penghapusan Pelajaran TI (Teknologi Informasi) di Indonesia

Mengungkap Alasan Dibalik Penghapusan Pelajaran TI

Menyambung obrolan kemarin tentang hilangnya pelajaran TI di sekolah-sekolah Indonesia, kini kita akan membahas ada alasan apa dibalik dari keputusan pemerintah yang telah diberlakukan sejak tahun 2013. Check this out!

Kurikulum TI yang lama tidak hanya tidak relevan dan sudah ketinggalan jaman. Karena sifat dasar subjek, sekolah dengan sumber daya TI yang kuat dapat menawarkan program TI yang lebih baik daripada yang disalurkan oleh sekolah. Beberapa sekolah memang sudah mengajarkan tentang pemrograman teknologi informasi kepada murid mereka.

Sekarang Teknologi Informasi tidak lagi menjadi subjek wajib, tapi bagi sekolah yang mempunyai kebijakan berbeda – sekolah yang mengirim murid mereka ke olimpiade komputer nasional dan internasional – dapat terus mengajar Teknologi InformasiI. Sementara itu, sekolah yang mengikuti kebijakan pemerintah dapat tetap mengikuti kurikulum saat ini dan tidak mengajarkan siswa keterampilan komputer tambahan.

Meskipun ada infrastruktur komputer yang bagus di sekolah-sekolah di kota-kota besar di Indonesia, namun sayangnya masih sedikit sekolah di daerah pedesaan yang memiliki peralatan komputer yang memadai. Tentu, siswa-siswa yang berasal dari daerah inilah yang memerlukan pendidikan paling banyak dalam hal teknologi, karena mereka mungkin saja bahkan tidak memiliki smartphone atau laptop kepunyaan mereka sendiri.

Perlu dicatat juga bahwa ada banyak kekhawatiran mengenai perubahan lain di dalam kurikulum baru yang mencakup “penghapusan” subjek individu seperti pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di semua tingkat sekolah. Kedua subjek “terintegrasi” di dalam mata pelajaran lain seperti matematika dan olahraga sekarang. Sebagai contoh, Bahasa Inggris sudah tidak lagi menjadi subjek wajib di sekolah dasar; Sekarang ini merupakan topik ekstrakurikuler.

Ini jelas terlihat seperti langkah mundur untuk sistem pendidikan di Indonesia. Sementara itu negara tetangga Singapura mulai mengajar pemrograman kepada siswa sekolah dasar, oleh karena itu, sekolah-sekolah di Indonesia bisa dianggap hampir rusak karena diadakannya beberapa penghapusan dan perubahan yang dibuat oleh pemerintah ini. (TN)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.