Pemilihan Ketua OSIS 2015-2016

BELAJAR DEMOKRASI SEJAK DINI

1Setelah melewati berbagai persiapan dan usaha akhirnya Fayza keluar sebagai pemenang dalam pemilihan ketua OSIS. Siswi kelas 8 F ini berhasil mengungguli 4 kandidat lainnya dalam ajang pemilihan ketua OSIS SMP Islam Al Ikhlas periode 2015/2016 dengan perolehan suara sebanyak 149.

Pemilihan ketua OSIS berlangsung layaknya pemilu legislatif dan pilpres. Setiap calon ketua memiliki tim sukses yang bertugas melakukan kampanye guna meraih simpatisan calon pemilih. Mereka membuat berbagai macam poster yang berisi tentang visi dan misi calon ketua yang menjadi ‘jagoannya’. Selain itu ada juga yang membuat stiker yang dibagikan kepada para calon pemilih. Memang secara umum panitia pemilihan menentukan dua cara berkampanye, yaitu secara tertulis dan lisan. Dalam kampanye lisan, para calon ketua itu melakukan orasi (pidato) di depan para siswa calon pemilih dengan memaparkan visi-misi, dan strategi.

Setelah melewati masa tenang usai masa kampanye, panitia mengundang seluruh siswa untuk datang ke tempat pemilihan secara bergilir setiap kelasnya. Para siswa pun melakukan pemilihan secara tertib. Satu per satu mereka menghampiri tempat registrasi untuk mendapatkan kartu suara. Lalu menuju bilik suara untuk menentukan pilihan. Dan setelah melakukan pilihan dengan cara mencontreng nama dan foto yang ada di surat suara mereka memasukkannya ke kotak suara yang tersedia. Setelah itu para pemilih kembali ke kelas masin-masing untuk belajar.

2 34

Dalam waktu yang tidak terlalu lama pemilihan pun usai. Kotak suara langsung disegel dengan lakban besar agar isi di dalamnya terjaga. Dua jam pelajaran terakhir semua siswa diminta berkumpul di aula untuk menyaksikan penghitungan suara. Satu demi satu kertas suara dibacakan oleh panitia pemilihan. Suasana agak tegang nampak di diri para calon ketua dan para pendukungnya. Namun kegembiraanpun terpancar dari para pendukung yang lainnya yang mereka ekspresikan dengan tepuk tangan dan teriakan kegembiraan ketika nama calon ketua yang didukungnya dibacakan.

Namun yang lebih menarik dari semua itu adalah ketika semua surat suara telah dibacakan. Semua kontestan bersalaman, dan mereka yang sejenis bahkan berpelukan. Seolah ingin mengatakan, bahwa kemenangan saat itu menjadi kemenangan bersama, karena persaingan telah usai, siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan dalam kepengurusan OSIS mendatang telah terpilih, selanjutnya tinggal bekerja sama untuk mewujudkan OSIS yang lebih baik.

Sungguh pembelajaran berdemokrasi yang baik. (iwn 01’15)

Sharing is Caring:
error

Leave a Reply

Your email address will not be published.