ebooksPelajar di Indonesia yang bertempat di daerah terpencil akan segera menerima tablet pelajaran untuk menggantikan buku teks secara gratis. Indonesia memiliki lebih dari 50 juta siswa yang perlu dididik oleh sekitar 3 juta guru dalam sistem sekolah umum. Menurut Anies Baswedan, pada tahun 2016 lalu ketika masih menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Indonesia, suatu populasi pelajar yang sebesar Indonesia penting sekali memperhatikan kelengkapan akademik baik dalam hal sistem pembelajaran, administrasi pembelajaran, maupun penyediaan buku teks pelajaran yang baru.

Dilansir dari CNN Indonesia melaporkan sebuah inisiatif baru yang bertujuan untuk menggantikan buku fisik dengan tablet atau ebooks di sekolah-sekolah Indonesia. Tablet yang direncanakan untuk didistribusikan ke seluruh sekolah itu disebut e-Sabak (diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai E-Slate), yang nantinya akan segera terealisasi di seluruh sekolah di Indonesia baik sekolah di wilayah terpencil maupun sekolah wilayah perkotaan.

Inisiatif pembuatan e-book berbasis tablet ini merupakan rancangan kemitraan dari tiga cabang, yaitu antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Informasi dan Teknologi Komunikasi, dan Telkom Indonesia. Kemanfaat dari buku berbentuk fisik yang biasanya digunakan di sekolah-sekolah sekarang ini sering terbatas. CNN mengatakan ada beberapa kendala yaitu di antaranya seperti biaya bahan, hambatan dalam menggunakan jika buku tersebut robek, dan pendistribusian ke sekolah-sekolah juga patut diperhitungkan. Dilema  beberapa kendala tersebut yang sering terjadi di sekolah-sekolah bahkan di salah satu desa-desa terpencil di Indonesia. Seringkali sekolah lokal mendapatkan masalah dalam pendistribusian buku pelajaran yang biasanya para perwakilan dari tiap sekolah terpaksa hanya diberikan satu buku per pelajaran yang ada di sekolah tersebut, lalu kemudian mereka sendiri lah yang membuat ratusan versi fotokopi untuk masing-masing siswa siswa. Untuk itu dapat diharapkan dengan tablet dan ebooks, pemerintah berusaha mengurangi masalah yang timbul dalam menyebarluaskan materi pendidikan di sekolah.

Ketika tiap sekolah telah mulai menggunakan e-Sabak, biaya akan jauh lebih murah dengan kualitas yang tidak akan diragukan lagi, dikutip dari pernyataan Anies Baswedan pada CNN Indonesia. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, wilayah daerah Indonesia yang tertinggal dan terpencil di kepulauan akan menjadi prioritas utama ketika penggelaran tablet dan ebooks sudah terlaksana. Di masa depan, Baswedan berharap semua sekolah di Indonesia akan mulai menerima perangkat ebooks secara lengkap dan sudah bisa terpakai.

E-Sabaks atau E-Slate akan datang dan didistribusikan dengan ebooks preloaded yang akan diaplikasikan ke dalam pembelajaran interaktif untuk tiap kelas dalam sekolah. E-Sabak akan didsitribusikan dalam satu bundle atau satu paket, menurut M. Awaluddin, direktur layanan perusahaan dan bisnis di Telkom. Ibaratnya nanti ketika siswa menerima satu paket E-Sabaks dalam bentuk ebook mereka sudah memiliki aplikasi dan data yang diperlukan untuk materi pembelajaran mereka. Tablet e-Sabak pada dasarnya hanya akan berfungsi sebagai alat referensi untuk siswa, sementara item fisik seperti pena dan kertas akan tetap digunakan di dalam kelas. Telkom dan kementerian tidak memberikan waktu tertentu atau menunjukkan berapa banyak e-Sabaks akan didistribusikan di seluruh negeri. Tentunya para pendidik berharap rencana yang telah dicanangkan ini akan terealisasi.

Sumber: CNN Indonesia. (TN)

Sharing is Caring:
error